PRODUKSI JAGUNG PIPILAN DI PETIR CAPAI 5,7 TON PER HEKTARE

Ditulis pada Minggu, 29 Mei 2016 oleh: admin

Hasil panen jagung pipilan diatas lahan seluas 3 hektare di Desa Bojongnangka, Kecamatan Petir cukup memuaskan karena bisa mencapai 5,7 ton perhektare. Produksi jagung melampaui rata-rata produksi jagung pipilan Kabupaten Serang yaitu sebanyak tiga ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Serang Yani Heriyani mengatakan, keberhasilan meningkatkan produksi jagung pipilan di Desa Bojongnangka cukup membanggakan. Di Kabupaten Serang, rata-rata produksi jagung pipilan hanya tiga ton per hektare, sedangkan disini produksi jagung yang dihasilkan cukup tinggi. “Pengelolaan tanaman secara intensif dan pembinaan dari penyuluh pertanian yang ada menjadi faktor keberhasilan petani meningkatkan produksi jagung pipilan, “ kata Kepala Dinas Pertanian Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Yani Herdiyani saat panen raya jagung pipilan di Desa Bojongnangka, Kecamatan Petir beberapa waktu lalu.

Hadir dalam panen raya, staf Direktorat Tanaman Pangan Kementrian Pertanian (Kementan) Mulyono, Wakil Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M.Ak., Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten Agus M. Tauchid, Kepala DPKPP Kab.Serang Yani Heriyani, Camat Petir, Deni Firdaus dan puluhan petani wilayah Petir.

Wakil Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan, keberhasilan petani meningkatkan produksi jagung pipilan perlu mendapat apresiasi dari pemerintah. Beliau berjanji akan membantu petani menyediakan kebutuhan petani untuk mengembangkan tanaman jagung. “Pangsa pasar jagung pipilan di Kabupaten Serang cukup besar. Di Kabupaten Serang terdapat tujuh perusahaan pakan ternak,” ujar Wakil Bupati Serang.

Tujuh perusahaan tersebut, lanjutnya membutuhkan pasokan jagung sebanyak 700 ribu ton hingga satu juta ton pertahun. Pada kenyataannya, produksi jagung di Kabupaten Serang masih rendah, yaitu hanya sebesar 3 ribu ton pertahun. Kondisi tersebut membuat perusahaan pakan ternak di Kabupaten Serang mengimpor jagung dari luar daerah seperti Lampung, Gorontalo, Jawa Timur dan Makassar. Bahkan beberapa perusahaan impor jagung dari luar negeri. “Jagung yang diproduksi di perusahaan pakan ternak di Kabupaten Serang berasal dari India dan Brasil, “ jelasnya.

Guna meningkatkan produksi jagung lokal, Tatu akan memanfaatkan lahan tidur milik perusahaan. Lahan tidur akan diinventarisasi terlebih dahulu dan setelah itu akan dipinjam pemerintah daerah untuk diolah menjadi lahan pertanian. “Kita yang akan pinjam, karena kalau masyarakat khawatir enggak akan dikasih, “tegasnya.

Staf Direktorat Tanaman Pangan Kementan Mulyono mengatakan, dengan tanah yang subur dia optimis produksi jagung di Kabupaten Serang akan tinggi. Di Gorontalo, katanya, jagung ditanam disela-sela pohon kelapa dan bisa menghasilkan jagung sebanyak 6 ton per hektare. :Selama ini kita selalu impor jagung dari luar negeri. Setiap tahun, kita impor sebanyak 7 juta ton pertahun dari Brasil, India dan Amerika. Dengan pangsa pasar yang besar di dalam negeri, merupakan peluang bagi para petani untuk meningkatkan produksinya, ujarnya

 

Komentar: 0 Bagikan: Share on Google+ Cetak: Kategori: Berita Daerah, Berita Nasional

Pengrajin Golok di Kecamatan Petir Butuh Bantuan

Usaha kerajinan tradisional dari lempengan besi yang di jadikan golok atau biasa

PRODUKSI JAGUNG PIPILAN DI PETIR CAPAI 5,7 TON PER HEKTARE

Hasil panen jagung pipilan diatas lahan seluas 3 hektare di Desa Bojongnangka, K

Enam Desa Di Serang Akan Dimekarkan

Ketua Panitia Khusus Pemekaran Desa DPRD Kabupaten Serang Adhadi Romli mengataka


Tinggalkan Komentar


Layanan Informasi

Buku Tamu

Poling

Bagaimana Tampilan Website Kecamatan Petir

Statistik Pengunjung

  • 24183 Total Pengunjung
  • 3660 Unique Visitors
  • 55 Jumlah konten
  • 54.167.243.214 IP Anda
  • 08:40, 17/08/2018 Mengakses Sejak